Valentine’s day. Duh, hingar bingar deh. Orang-orang bicara tentang cinta. Lagu-lagu di radio jadi melankolis. Film-film di tv menawarkan kisah-kisah penguras air mata. Mal-mal menyulap dandanannya dengan nuansa merah muda. Tak lupa, bunga mawar merah dan ornamen sebentuk hati bertebaran di mana-mana. Café-café gak mau kalah. Sejumlah sajian khusus ditawarkan untuk pesta satu malam hari ini. Ayo-ayo, mari merayakan cinta.
Tidak begitu penting mengusut asal-asal pesta hari ini. 14 Februari telah menjadi artefak sejarah dalam perjalanan panjang modernisme. Ia adalah produk kultural, gaya hidup, sebuah simbol dari gagasan abstrak tentang cinta dan kasih sayang.
Hari ini seperti sebuah keniscayaan ketika ritual konsumerisme selalu membutuhkan kejadian, momentum. Valentine adalah kejadian atau momentum untuk menyelenggarakan ritual itu. Kapitalisme mencitrakannya sebagai komoditas yang harus kita beli. Dan, masyarakat modern memang tidak lagi mengkonsumsi sesuatu berkaitan dengan nilai guna dalam rangka memenuhi fungsi utilitas, tapi berkaitan dengan unsur simbolik untuk menandai kelas, status, atau simbol tertentu. Hari ini kita tidak sedang mengkonsumsi cinta dan kasih sayang. Kita tengah mengkonsumsi simbol dan makna-makna sosial di balik tanggal 14 Februari.
Met valentine ya...
14 February 2004
12 February 2004
capek sekali...
Gila! Hari ini capek sekali. Akbar Tandjung bebas dan saya tidak punya kata-kata. Poster. Speaker. Retorika. Dan, keletihan tersisa. Semoga, yang tertinggal hanyalah hati nurani dan kelapangan hati agar mendung kali ini betul-betul punya arti.
06 February 2004
tentang yang tidak ideal itu...
Ada banyak hal yang tidak ideal dalam hidup ini. Kehidupan selalu satu paket: senang-susah, menangis-tertawa, baik-buruk, cantik-jelek, enak-tidak enak, dan seterusnya. Kita tidak bisa memilih hanya menjalani satu bagian dari paket-paket kehidupan itu.
Ada banyak hal yang tidak ideal dalam hidup ini. Siapakah kita ini sehingga bisa mengatur jalannya kehidupan. Kita cuma setitik debu di jagad raya. Kita hanyalah bagian kecil dari sebuah dentuman besar, begitu dikatakan dalam Dunia Sophie. Tapi, kita adalah bintang kecil yang hidup. Bintang kecil yang diberi kesempatan untuk menjadi bagian dari ketidakterhinggaan jagad ini. Kita boleh berkarya, berpikir, berencana, bekerja, dan menancapkan cita-cita sebagai manusia.
Ada banyak hal yang tidak ideal dalam hidup ini. Melengkapi yang satu berarti kekurangan untuk hal yang lain. Memaksakan semuanya kerapkali malah memperpanjang daftar keruwetan. Tapi, apakah artinya menancapkan cita-cita kala semua hal menjadi mudah tanpa masalah? Apakah ada yang disebut kebanggaan kala semua yang kita inginkan cukup didapatkan hanya dengan mengedipkan mata?
Syukurlah bahwa ada banyak hal yang tidak ideal dalam hidup ini. Sebab, dengannya kita boleh bercita-cita. Dengan bercita-cita kita boleh belajar tentang perjuangan. Dengan perjuangan kita boleh memberi arti pada kehidupan. Dan, ketika saatnya tiba, kita boleh tersenyum dan berterimakasih karena diberi kesempatan untuk menjadi sebuah bintang kecil yang hidup.
Biarlah kesusahan hari ini cukup untuk hari ini. Memikirkannya terus dan hanyut di dalamnya toh tidak akan menyelesaikan persoalan. Sementara, kesusahan berikutnya sudah menunggu esok pagi.
Ada banyak hal yang tidak ideal dalam hidup ini. Siapakah kita ini sehingga bisa mengatur jalannya kehidupan. Kita cuma setitik debu di jagad raya. Kita hanyalah bagian kecil dari sebuah dentuman besar, begitu dikatakan dalam Dunia Sophie. Tapi, kita adalah bintang kecil yang hidup. Bintang kecil yang diberi kesempatan untuk menjadi bagian dari ketidakterhinggaan jagad ini. Kita boleh berkarya, berpikir, berencana, bekerja, dan menancapkan cita-cita sebagai manusia.
Ada banyak hal yang tidak ideal dalam hidup ini. Melengkapi yang satu berarti kekurangan untuk hal yang lain. Memaksakan semuanya kerapkali malah memperpanjang daftar keruwetan. Tapi, apakah artinya menancapkan cita-cita kala semua hal menjadi mudah tanpa masalah? Apakah ada yang disebut kebanggaan kala semua yang kita inginkan cukup didapatkan hanya dengan mengedipkan mata?
Syukurlah bahwa ada banyak hal yang tidak ideal dalam hidup ini. Sebab, dengannya kita boleh bercita-cita. Dengan bercita-cita kita boleh belajar tentang perjuangan. Dengan perjuangan kita boleh memberi arti pada kehidupan. Dan, ketika saatnya tiba, kita boleh tersenyum dan berterimakasih karena diberi kesempatan untuk menjadi sebuah bintang kecil yang hidup.
Biarlah kesusahan hari ini cukup untuk hari ini. Memikirkannya terus dan hanyut di dalamnya toh tidak akan menyelesaikan persoalan. Sementara, kesusahan berikutnya sudah menunggu esok pagi.
05 February 2004
seraut wajah
seraut wajah pada jendela gedung berlantai lima itu adalah kamu. catatan usang dari sejarah panjang hari-hari yang berjalan perlahan. itu, daun-daun akasia jatuh di pinggir jalan waktu kita santap siomay di warung jajanan.
03 February 2004
di sini, Ing...
Ada di sini untukmu, Ing,
masih kusimpan dalam jarik lurik
yang kau berikan malam kemarin.
Sepasang kupu-kupu terbang dekat pundakmu
waktu kupagut mulutmu dari kisut mantelmu yang kusut.
Aku masih di sini, Ing,
menunggumu datang dengan sebingkai senyum.
Aku melihat wajahmu pada dinding bulan,
cukup untuk mengobati rinduku tadi malam.
Tak apa dengan hari-hari yang panjang.
Sebab, apakah hidup jika kau tak punya harapan.
Masih untukmu, Ing,
belum ada yang mencurinya.
Tapi, penaku kehabisan kata-kata
sebelum usai kusebut satu nama.
masih kusimpan dalam jarik lurik
yang kau berikan malam kemarin.
Sepasang kupu-kupu terbang dekat pundakmu
waktu kupagut mulutmu dari kisut mantelmu yang kusut.
Aku masih di sini, Ing,
menunggumu datang dengan sebingkai senyum.
Aku melihat wajahmu pada dinding bulan,
cukup untuk mengobati rinduku tadi malam.
Tak apa dengan hari-hari yang panjang.
Sebab, apakah hidup jika kau tak punya harapan.
Masih untukmu, Ing,
belum ada yang mencurinya.
Tapi, penaku kehabisan kata-kata
sebelum usai kusebut satu nama.
11 January 2004
masih harus menghilang
sulit mencari warnet di daerah pelosok. saya ke pelosok jambi, bengkulu, dan transit sebentar di lubuk linggau. semua serba tergesa-gesa, bahkan untuk pergi mengheningkan diri sejenak seperti kemarin. akhirnya, setelah beberapa hari saya seperti diburu oleh waktu dan sejumlah peristiwa yang mengejutkan, ada waktu juga untuk pergi menyepi. saya ke bumi sumatera untuk beberapa hari. mau berhenti sebentar, sekedar menengok ke belakang jejak macam apa yang sudah saya buat di belakang. mau beristirahat, mengumpulkan tenaga karena perjalanan ke depan masih panjang.
mohon pamit teman-teman. maaf, lama saya tidak berkunjung dan menyapa Anda. nita, ida, dan atta, terimakasih atas sapaan kalian yang hangat sepanjang tahun kemarin. terimakasih boleh mengenal kalian sebagai sahabat di dunia maya ini.
Sepertinya saya masih harus menghilang...heheh...balik ke jakarta, setumpuk pekerjaan resmi dan tidak resmi sudah menunggu. doakan semoga saya bisa menuliskan semua pengalaman 'mengejutkan' di penghujung tahun kemarin. see u (lagi)...:)
mohon pamit teman-teman. maaf, lama saya tidak berkunjung dan menyapa Anda. nita, ida, dan atta, terimakasih atas sapaan kalian yang hangat sepanjang tahun kemarin. terimakasih boleh mengenal kalian sebagai sahabat di dunia maya ini.
Sepertinya saya masih harus menghilang...heheh...balik ke jakarta, setumpuk pekerjaan resmi dan tidak resmi sudah menunggu. doakan semoga saya bisa menuliskan semua pengalaman 'mengejutkan' di penghujung tahun kemarin. see u (lagi)...:)
Subscribe to:
Posts (Atom)