13 March 2009

Gegar Otak

Manusia itu beragam isi kepalanya. Keanekaragaman isi kepala manusia dibentuk oleh sesuatu yang tidak kelihatan -norma, adat istiadat, keyakinan- yang kemudian membentuk cara pandang orang itu melihat dunia di luar dirinya. Di dunia ini ada banyak norma, adat istiadat, dan keyakinan.

Repotnya, acapkali batok kepala manusia terlalu sempit untuk mampu keluar dari cara pandangnya dan mencoba memahami cara pandang orang lain. Manusia-manusia yang otaknya sempit ini selalu menilai orang lain yang berasal dari lingkungan dan adat istiadat berbeda berdasarkan perspektifnya. Jadi, orang-orang macam ini mencoba memaksakan ukuran bajunya pada orang lain yang memiliki ukuran berbeda. Cilaka!!!

06 March 2009

Cari aja di Google...


Seringkali orang kelihatan pintar bukan karena dia memang pintar, tapi karena orang lain tidak tahu lebih banyak.

Penetrasi internet di dunia sekarang ini kurang lebih 23,5 persen dari total populasi penduduk bumi sebanyak 6,7 miliar orang. Dari jumlah itu, pengguna internet di Afrika tercatat paling sedikit dibanding benua lainnya, yaitu 5,6 persen dari 900 juta populasi.

27 February 2009

Histeria di O2 World



Minggu lalu, Sylvia, pendamping kami di Berlin datang membawa pengumuman. “Hari Rabu depan ada pertandingan hockey antara Eisbaren Berlin melawan Adler Mannheim. Mau nonton gak?”

”Mauuuuu....,” sontak mayoritas teman-teman pada semangat.
”Her, lo harus nonton. Seru. Di negara lo gak ada kan hockey?” Zohaib teman saya dari Pakistan ngomporin saya untuk ikut. Hockey sih ada di Indonesia, tapi jauh dari populer. Di Indonesia yang populer itu sepak bola, meski gak ada prestasinya.

23 February 2009

Laskar Pelangi Bikin Orang Jerman Menangis

Film laris Laskar Pelangi karya sutradara Riri Riza mengundang isak tangis di CineStar Cubix Alexanderplatz, Berlin, Sabtu (14/2). Tidak hanya orang Indonesia di Berlin, sejumlah orang "bule" pun ikut tersentuh dan menitikkan air mata.

Laskar Pelangi, yang dialihbahasakan menjadi The Rainbow Troops, lolos seleksi dan tampil pada Festival Film International Berlin ke-59 atau Berlinale 2009. Film yang diangkat dari novel karya Andrea Hirata ini diputar di sejumlah gedung bioskop di Berlin, Jerman.

22 February 2009

Are you from Indonesia?










Ada yang menarik perhatian saya di loker apartemen ini. Ada tiga nama Indonesia tertera di sana. E Wulandari, Mulianakusumah, R. Soesman. Saya cuma membatin, ah pasti menyenangkan kalau bisa ketemu sama mereka. Orang-orang ini pasti kuliah di sini, pikir saya. Mereka tentunya tahu betul segala seluk beluk tinggal di kota ini. Tapi, gimana caranya ketemu mereka?

20 February 2009

Awas! Jangan Sampai Mati Kekenyangan di Berlin

Kenapa orang Eropa postur badannya besar-besar? Karena makannya banyak. Atau premisnya terbalik, kenapa orang Eropa makannya banyak? Karena anatomi tubuhnya besar-besar. Gak tau deh mana yang benar. Yang pasti porsi makanan di sini besar banget.

Di Berlin Doner Kebab sama populernya dengan Warteg di Jakarta. Kebab adalah makanan timur tengah yang dibawa imigran Turki ke sini. Pada era perang dingin ketika Jerman terbelah dalam blog timur dan barat, ribuan orang Turki berbondong-bondong datang ke Jerman Barat. Kala itu Jerman Barat kekurangan tenaga kerja. Saat ini populasi orang Turki di Berlin sekitar 120 ribu dari 3,5 juta populasi warga kota Berlin atau sekitar 2,9 persen.